Sunday, July 31, 2011

Menanggulangi JAP dengan PROMAX - PART 2

Berikut adalah hasil aplikasi Promax terhadap JAP 10 hari kemudian:


Foto1: Setelah 10 hari aplikasi Promax, JAP tidak ditemukan pada pangkal pokok ini


Foto2: Miselium/benang-benang putih JAP tidak ditemukan


Foto3: Pangkal batang pokok bebas dari JAP setelah 10 hari aplikasi PROMAX


Foto4: Perbandingan sebelum dan sesudah aplikasi Promax. Dapat dilihat bahwa terdapat JAP (benang-benang putih) pada gambar sebelah kiri. Sedangkan gambar di sebelah kanan tidak lagi terdapat JAP


Foto5: Sangat jelas bahwa setelah 10 hari aplikasi Promax, fruiting body atau jamur-jamur yang melekat di batang akar menjadi kering, terkelupas dan mati.


Kesimpulan: Dari percobaan di kebun kita sendiri, Promax terbukti dapat mengatasi Jamur Akar Putih dengan baik.


Motto: Never stop learning my friend...

Wednesday, July 20, 2011

Menanggulangi JAP dengan PROMAX - PART 1

Beberapa minggu ini, nama produk Promax ini selalu muncul dan teman-teman saya selalu merekomendasikan pupuk ini. Biasanya, pupuk-pupuk ataupun obat-obat baru tidak begitu saya perhatikan karena pada dasarnya perusahaan-perusahaan yang membuat pupuk/obat tersebut tidak memiliki data-data percobaan yang lengkap (baik di lab maupun di lapangan).

Promax mendapat perhatian saya karena produk ini telah lolos dari pengujian Balai Penelitian Karet Sungei Putih (baik di lab maupun di lapangan), dan mendapatkan rekomendasi yang baik dari balai tersebut. Selain itu, list customers Promax ini juga mengejutkan, dari perkebunan BUMN sampai perkebunan swasta besar lainnya (nama perusahaan tidak di tampilkan karena masalah confidential).

Data hasil percobaan dari balai penelitian karet juga sangat mengagumkan. Promax dalam uji coba di lab dapat menghambat pertumbuhan JAP sampai dengan 90.1%. Di lapangan, intensitas serangan JAP sebelum aplikasi adalah 22%, dan sesudah aplikasi Promax menurun menjadi 4.67%. Selain itu, aplikasi Promax juga bisa meningkatkan pertumbuhan lilit batang (selama dua bulan) yang mencapai 19.26%. *Data-data diatas saya ambil langsung dari Laporan Hasil Pengujian Pengaruh Promax Terhadap Perkembangan Penyakit Jamur Akar Putih (JAP) oleh Balai Penelitian Karet Sungei Putih.

Setelah melihat data-data tersebut, saya langsung menghubungi pihak CV. Patih Gajah Mada untuk segera melakukan percobaan di kebun kami langsung.

Berikut adalah foto-foto pada saat percobaan:



Foto1: Pencampuran 750cc Promax dengan 750cc air. Dosis per pokok adalah 100cc (untuk preventive) dan 150cc (untuk pengobatan).


Foto2: Penyiraman dengan radius 10 cm dari pangkal batang (pangkal batang juga disemprot)


Foto3: Pengobatan dengan bahan kimia yang menyebabkan akar tersier (serabut) mati.



Foto4: Miselium/benang - benang putih JAP yang menempel di permukaan kulit akar


Foto5: Minimnya akar tersier akibat penggunaan obat yang berbahan kimia dan metode pengerokan kulit akar yang mengakibatkan pertumbuhan pokok menjadi lambat dan hasil sadap menurun.



Foto 6: Akar tersier yang mati akibat penggunaan bahan kimia dan belerang 


Foto7: Fruiting body JAP menandakan pokok tersebut telah memasuki stadium 4. Promax hanya dapat menyembuhkan tanaman yang terserang stadium 1, 2, dan mungkin 3. Pokok ini seharusnya dibongkar, tapi dibiarkan untuk dijadikan pedoman percobaan Promax. Pokok ini akan ditinjau kembali 10 hari kemudian(apakah jamur tersebut mati atau tidak).


Bersambung...